Jumat, 26 Februari 2010

Kajian teori kolom winogradsky

href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CARWANA%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml">

Ekosistem

Antara makhluk hidup satu dengan yang lain akan selalu terjadi interaksi. Ekosistem tersusun atas komponen-komponen yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Komponen itu membentuk satuan-satuan organisme kehidupan. Antara individu yang satu dengan lainnya dalam satu daerah akan membentuk populasi. Selanjutnya, antara populasi yang satu dengan yang lainnya dalam satu daerah akan terjadi interaksi membentuk komunitas. Selanjutnya, komunitas ini juga akan selalu beriteraksi dengan tempat hidupnya. Misalnya, rumput hidup di tanah, belalang hidup di rerumputan, dan ikanikan hidup di air. Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya akan membentuk ekosistem. Kumpulan ekosistem di dunia akan membentuk biosfer. Urutan satuan- satuan makhluk hidup dalam ekosistem dari yang kecil sampai yang besar adalah sebagai berikut: Individu- populasi- komunitas- ekosistem- biosfer

1. Individu

Istilah individu berasal dari bahasa Latin individum yang berarti tidak dapat dibagi. Di dalam ekologi, individu dapat diartikan sebagai sebutan untuk makhluk tunggal. Beberapa pengertian individu antara lain:

a. Suatu individu selalu menggambarkan sifat tunggal

b. Dalam diri yang tunggal terjadi proses hidup sendiri

c. Proses hidup yang satu dengan lainnya berbeda

2. Populasi

Populasi adalah semua individu sejenis yang menempati suatu daerah tertentu. Suatu organisme disebut sejenis bila memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. Menempati daerah atau habitat yang sama

b. Mempunyai persamaan bentuk, susunan tubuh, dan aktifitas

c. Mampu menghasilkan keturunan yang subur, yaitu yang mampu berkembang biak.

3. Komunitas

Komunitas dapat diartikan sebagai seluruh populasi yang menempati daerah yang sama. Di daerah tersebut, antarjenis makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya akan terjadi interaksi. Kemudian interaksi itu membentuk suatu kumpulan, di mana di dalamnya setiap individu menemukan lingkungan yang

dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Di dalam kumpulan tersebut terdapat suatu kerukunan untuk hidup bersama, toleransi kebersamaan, dan hubungan timbal balik yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan.

4. Ekosistem

Ekosistem merupakan tatanan secara utuh dari seluruh unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi. Ekosistem juga dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik yang kompleks antara organisme dengan lingkungannya. (Anonim, 2008) http://irsae.files.wordpress.com/2008/05/satuan-dalam-ekosistem.pdf.

Berdasarkan proses terbentuknya, kita mengenal dua jenis ekosistem, yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan. Ekosistem alami adalah ekosistem yang terbentuk secara alamiah, artinya tanpa adanya campur tangan manusia. Ekosistem buatan adalah ekosistem yang terbentuk melalui campur tangan manusia. Hutan, laut, danau, dan rawa merupakan contoh dari ekosistem alami, sedangkan akuarium, sawah, dan waduk merupakan contoh dari ekosistem buatan.

Komponen penyusun ekosistem terdiri atas komponen yang hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik).
1.Komponen Biotik
Komponen biotik merupakan bagian dari suatu ekosistem yang terdiri atas semua makhluk hidup. Komponen biotik terdiri atas tumbuh-tumbuhan, hewan, dan berbagai jasad renik (mikroorganisme). Berdasarkan fungsi di dalam ekosistem, komponen biotik dikelompokkan sebagai produsen, konsumen, dan komposer.


a.Produsen
Produsen adalah makhluk hidup yang dapat memproduksi makanan, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk makhluk hidup yang lain. Semua tumbuhan dan organisme fotosintesis berperan sebagai produsen karena dapat melakukan proses fotosintesis. Pada peristiwa ini, air dan CO2 diubah menjadi karbohidrat O2. Karena tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri, disebut organisme autotrof.

b.Konsumen
Konsumen adalah makhluk hidup yang memakan makhluk hidup lain karena tidak dapat membuat makanannya sendiri. Oleh karena itu, manusia dan hewan di dalam ekosistem memiliki peran sebagai konsumen. Hal itu dikarenakan keduanya bergantung kepada produsen, baik langsung maupun tidak langsung.

http://apick-apick.blogspot.com/2008/04/ekosistem-tujuan-pembelajaran-1.html.

Ò Ekosistem Buatan Kolom Winogradsky

Kolom winogradsky adalah salah satu cara sederhana untuk mempelajari cros section suatu lingkungan alami di laboratorium. Kolom ini ditemukan oleh ahli mikrobiologi Rusia bernama Sergei Winogradsky (1856-1953) dan Martinus W. Beijerinck (1851-1931) yang digunakan sebagai model untuk mempelajari interaksi populasi bakteri pada berbagai komunitas perairan dan sedimen perairan dan sedimen. Menurut Jim Deacon (2005), Kolom winogradsky menggambarkan bagaimana mikroorganisme yang berbeda membentuk hubungan interdependen, dimana aktivitas suatu organisme mampu mempengaruhi organisme lain untuk tumbuh atau sebaliknya. Kolom winogradsky terdiri atas lumpur dan sedimen yang dimasukkan kedalam gelas silinder atau plastik tansparan. Penyusunan dalam bentuk "kolom" memungkinkan terbentuknya kondisi aerob di permukaan kolom dan kondisi mikroaerofil atau anoxic di bagian bawah (Sitaresmi, 2005). Bagian permukaan kolom terpapar dengan oksigen semakin ke bagian bawah kolom semakin kekurangan oksigen sampai ke bagian dasar merupakan zona anaerob. Bagian permukaan dan tepi kolom terpapar dengan cahaya sehingga dapat menggambarkan spektrum pertumbuhan organisme dari yang memutuhkan oksigen dan cahaya sampai organisme yang membutuhkan cahaya tetapi tidak membutuhkan oksigen.

Menurut Atlas (1988), lumpur dan sedimen yang digunakan mengandung atau teraugmentasi dari substrat senyawa organik karbon, sulfide, dan sulfat. Hal ini yang mengakibatkan perkembangan sejumlah bakteri heterotrop dan photoautotroph termasuk bakteri sulfur photosintetik anaerob. Kolom ini dapat diisi dengan tanah, Lumpur, dan air dari berbagai maca lingkungan dan dapat dimodifikasi dengan kultur pengkayaan. Komunitas bakteri di alam mempunyai kelimpahan dan diversitas terbanyak misalnya dalam tanah. Pengetahuan akan komunitas tersebut akan sangat bermanfaat sebagai dasar penelitian maupun aplikasi selanjutnya. http://cyber-biology.blogspot.com/2008/09/laporan-praktikum-mikrobiologi.html.

Ò Tanah Sawah

Tanah dalam Bahasa Inggris disebut soil, menurut Dokuchaev: tanah adalah suatu benda fisis yang berdimensi tiga terdiri dari panjang, lebar, dan dalam yang merupakan bagian paling atas dari kulit bumi. Sedangkan lahan Bahasa Inggrisnya disebut land, lahan merupakan lingkungan fisis dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap perikehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Yang dimaksud dengan lingkungan fisis meliputi relief atau topografi, tanah, air, iklim. Sedangkan lingkungan biotik meliputi tumbuhan, hewan, dan manusia. Jadi kesimpulannya pengertian lahan lebih luas daripada tanah.

Tanah sawah ini diartikan tanah yang karena sudah lama (ratusan tahun) dipersawahkan memperlihatkan perkembangan profil khas, yang menyimpang dari tanah aslinya. Penyimpangan antara lain berupa terbentuknya lapisan bajak yang hampir kedap air disebut padas olah, sedalam 10 – 15 cm dari muka tanah dan setebal 2 – 5 cm. Di bawah lapisan bajak tersebut umumnya terdapat lapisan mangan dan besi, tebalnya bervariasi antara lain tergantung dari permeabilitas tanah. Lapisan tersebut dapat merupakan lapisan padas yang tak tembus perakaran, terutama bagi tanaman semusim. Lapisan bajak tersebut nampak jelas pada tanah latosol, mediteran dan regosol, samara-samar pada tanah aluvial dan gramosol. (Pamungkas,2006)

Diantara sekian banyak kelompok mikroorganisme, bakteri merupakan kelompok yang paling dominan dan pada umumnya berkembang di dekat mintakat (zone) perakaran tanaman (risosfer). Sebagian besar adalah bakteri heterotrop yang berperanan dalam proses dekomposisi. Kebanyakan mikroorganisme lebih banyak dijumpai pada tanah-tanah yang ditanami dari pada yang tidak ditanami. Bakteri yangumum dijumpai adalah Rhizobium, Azotobakter, Azospirilium, Nitrosomonas, Pseudomonas, Basilus yang berperanan dalam menambat nitrogen udara. Semua komponen yang bertanggung jawab dalam daur nitrogen termasuk penyematan nitrogen secara biologi, nitrifikasi dan denitrifikasi sangat tergantung pada kegiatan mikrobia. Bakteri penambat nitrogen, baik yang non-simbiosis maupu yang bersimbiose dengan tanaman mampu mengikat 69% nitrogen udara. Rhizobium yang bersosiasi dengan tanaman legum dalam satu periode pertanaman dan pada kondisi tertentu mampu mengikat 100-300 kg N/ha, dan mampu memasok nitrogen pada pertanaman berikutnya. Di antara mikroorganisme non-simbiosis adalah Azobakter, Azospirilium, Clostridium, dan jenis lain seperti ganggang biru. (Rachman,2002)
Aktinomisetes merupakan mikrobia heterotropik yang mampu mendekomposisi sisa pertanaman, baik di dalam tanah maupun bahan kompos. Meskipun selalu di jumpai dalam tanah, tetapi lebih banyak hidup pada kondisi lingkungan yang aerob dan relatif panas. Seperti halnya fungi yang menghsilkan hifa yang panjang dan tipis, aktinomisetes mampu menembus tanah untuk mencari jaringan tanaman yang telah terdekomposisi, dan selanjutnya menyerap hara dan energi. Aktinomisetes suatu saat jumlahnya berlebihan, terutama saat berlangsung proses dekomposisi bahan organik, populasinya dapat mencapai 200 juta untuk setiap gram tanah (Allison,1973). Aktinomisetes berperanan penting karena mampu mengurai beberapa jenis senyawa yang tahan terhadap dekomposisi bakteri, seperti selulose, hemiselulose, keratin, kitin, dan asam reaksi oksalat(Allison,1973). Aktinomisetes tumbuh baik pada tanah-tanah yang bereaksi netral atau alkalin dan kurang berkembang di tanah yag bereaksi masam.

Minggu, 15 November 2009

DORMANSI

Sidoarjo, 5 Januari 2008

Dormansi dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan pertumbuhan dan metabolisme yang terpendam, dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak baik atau oleh faktor dari dalam tumbuhan itu sendiri. Seringkali jaringan yang dorman gagal tumbuh meskipun berada kondisi yang ideal.
Dormansi terjadi dalam berbagai bentuk. Banyak biji dorman untul suatu periode waktu setelahnya keluar dari buah. Pohon melepaskan daun-daunnya untuk menghindari bahaya pada waktu udara menjadi lebih dingin dan kering serta tanah membeku. Dormansi merupakan suatu mekanisme untuk mempertahankan diri terhadap suhu yang sangat rendah ( membeku) pada musim dingin, atau kekeringan di musim panas yang merupakan bagian penting dalam perjalanan hidup tumbuhan tersebut. Mekanisme utama yang menyebabkan suatu biji dormansi atau terjadinya dormansi yang berkepanjangan, penyebab terhambatnya perkecambahan adalah :

1.Faktor lingkungan
  • Kebutuhan akan cahaya untuk perkecambahan.
  • Suhu.
  • Kurangnya air.
2.Faktor internal
  • Kulit biji – mencegah masuknya gas.
  • Kulit biji – efek mekanik.
  • Embrio yang masih muda ( immature).
  • Rendahnya kadar etilen.
  • Adanya zat penghambat (inhibitor).
  • Tidak adanya zat perangsang tumbuh.
3.Faktor waktu
  • Setelah pematangan – waktu yang diperlukan oleh biji untuk mulai berkecambah setelah pematangan buah.
  • Hilangnya inhibitor – waktu yang diperlukan sampai inhibitor hilang.
  • Sintesis zat perangsang.
Ada beberapa mekanisme untuk melepaskan dormansi dari biji atau tumbuhan salah satu diantaranya adalah pendinginan. Hal ini kemungkinan sangat aneh sebab dormansi terjadi pada masa dingin. Selain pendinginan memberikan kejutan suhu berupa lingkungan yang panas juga mampu memecah dormansi. Atau dengan memberikan tindakan fisik yang berfungsi menghilangkan factor penyebab dormansi internal seperti factor kulit biji. Hal ini dapat dilakukan dengan merusak kulit biji ataupun melunakkan kulit biji sehingga daya imbibisi air bisa dilakukan dan kemudian akan memacu sintesis hormon pertumbuhan dan kemudian dapat mengakhiri masa dormansi.

PENGARUH BERBAGAI MACAM PERLAKUAN TERHADAP PEMECAHAN DORMANSI BIJI BERKULIT KERAS

Krian, 20 Juni 2009
Ada kalanya lingkungan tidak berpihak pada tumbuhan. Misalnya pada daerah iklim sedang, ada musim dingin yang tidak memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh. Di daerah tropik sekalipun ada saat dimana tumbuhan tidak dapat tumbuh secara optimal, misalnya kondisi lingkungan yang kering berkepanjangan. Untuk itu tumbuhan melakukan dorman. Dormansi dapat didefinisikan sebagai suatu pertumbuhan dan metabolisme yang terpendam, dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang tidak baik atau oleh faktor dari dalam tumbuhan itu sendiri. Penyebab terjadinya dormansi bermacam-macam yaitu secara spontan, faktor lingkungan mupun hormon pertumbuhan. Dari segi faktor lingkungan yaitu fotoperiodisme merupakan salah satu faktor penting yang merangsang dorman. Hari pendek (short day) merangsang banyak tumbuhan kayu untuk dorman. Dalam respon perbungaan, daun harus diinduksi untuk menghasilkan penghambat (inhibitor) yang diangkut ke tunas-tunas dan menghambat pertumbuhan. Penghambatan ini dapat dihilangkan dengan induksi hari panjang (long day) atau dengan memberikan asam giberelat. Dari segi hormon, ABA tau yang dikenal sebagai asam absitat merupakan zat yang dapat menghambat perkecambahan; menghambat sintesis enzim pada biji yang diinduksi oleh giberelin; menghambat perbungaan; pengguguran tunas dan buah; penuaan daun dan memelihara dormansi.

Dormansi terjadi dalam berbagai bentuk. Dormansi kuncup yaitu suatu meristem kuncup yang tetap berpotensi tumbuh, tetapi tidak melakukan pertumbuhan atau pertumbuhan lambat. Dormansi kuncup didahului oleh perubahan pola pertumbuhan daun. Daun yang seharusnya tumbuh membesar akan mereduksi menjadi semacam sisik. Sisik-sisik yang terbentuk akan membungkus kuncup ujung selama periode dorman dan akan dilepaskan bila kuncup memulai pertumbuhannya kembali. Selain pada kuncup, dormansi juga dijumpai pada berbagai organ, misalnya umbi, rhizoma dan biji.

Mekanisme utama yang dapat menyebabkan suatu biji dormansi atau terjadinya dormansi yang berkepanjangan dan penyebab terhambatnya perkecambahan adalah :

Faktor lingkungan

  1. Kebutuhan akan cahaya untuk perkecambahan.

  2. Suhu.

  3. Kurangnya air.

Faktor internal

  1. Kulit biji – mencegah masuknya gas.

  2. Kulit biji – efek mekanik.

  3. Embrio yang masih muda ( immature).

  4. Rendahnya kadar etilen.

  5. Adanya zat penghambat (inhibitor).

  6. Tidak adanya zat perangsang tumbuh.

Faktor waktu

  1. Setelah pematangan – waktu yang diperlukan oleh biji untuk mulai berkecambah setelah pematangan buah.

  2. Hilangnya inhibitor – waktu yang diperlukan sampai inhibitor hilang.

  3. Sintesis zat perangsang.

Rabu, 04 November 2009

KCB - lyrics by MG

Bertuturlah cinta
Mengucap satu nama
Seindah goresan sabdamu dalam kitabku
Cinta yang bertasbih
Mengutus Hati ini
Kusandarkan hidup dan matiku padamu

Bisikkan doaku
Dalam butiran tasbih
Kupanjatkan pintaku padamu Maha Cinta
Sudah di ubun-ubun cinta mengusik resah
Tak bisa kupaksa walau hatiku menjerit

Ketika Cinta bertasbih Nadiku berdenyut merdu
Kembang kempis dadaku merangkai butir cinta
Garis tangan tergambar tak bisa aku menentang
Sujud sukur padamu atas segala cinta

Selasa, 03 November 2009

PRINCES HOURS SOUNDTRACK....

PERHAPS LOVE

uhn jeh yuht duhn guhn jee gee uhk nah jeen ah nah
jah kkoon nae muh ree gah nuh roh uh jee ruhp duhn shee jahk
hahn doo buhn ssheek dduh oh reu duhn saeng gahk
jah kkoo neul uh gah suh joh geum dang hwang seu ruh oon ee mah eum

byuhl eel ee ah neel soo eet dah goh
sah soh hahn mah eum ee rah goh
nae gah neh geh jah koo (neh geh jah koo)
mahl eul hah neun geh uh saek hahn guhl

sarang een gah yo geu dae nah wah gaht dah myuhn shee jahk een gah yo
mahm ee jah koo geu dael sarang hahn dae yo
ohn seh sang ee deud doh rohk soh ree chee neh yo
wae ee jeh yah deul lee jyoh~ OOH~
suh rohl mahn nah gee wee hae ee jeh yah sarang chah jaht dah goh

jee geum nae mah eum eul suhl myung hah ryuh hae doh
nee gah nae gah dweh uh mahm eul neu kkee neun bang buhp ppoong een deh

ee mee nahn nee ahn eh eet neun guhl
nae ahn eh nee gah eet deu shee
oo reen suh roh eh geh (suh roh eh geh)
ee mee geel deul yuh jeen jee mohl lah

sarang een gah yo geu dae nah wah gaht dah myuhn shee jahk een gah yo
mahm ee jah koo geu dael sarang hahn dae yo
ohn seh sang ee deud doh rohk soh ree chee neh yo
wae ee jeh yah deul lee jyoh~ OOH~
suh rohl mahn nah gee wee hae ee jeh yah sarang chah jaht dah goh

saeng gahk hae boh myuhn (saeng gahk hae boh myuhn) mah neun soon gahn sohk eh(sohk eh)
uhl mah nah mah neun (YEAH~) suhl leh eem ee ssuht neun jee
joh geum neu jeun geu mahn keum nahn duh jahl hae jool kkeh yo..

hahm kkeh hahl kkeh yo choo uhk ee dwehl gee uhk mahn suhl mool hahl kkeh yo
dah sheen nae gyuh teh suh dduh nah jee mah yo
jjahl beun soon gahn joh chah doh bool ahn hahn guhl yo
nae geh muh mool luh jwuh yo~ OOH~
geu dael ee ruh geh mah nee (geu toh rohk mah nee)
sarang hah goh ee ssuh yo (geu dae yuh yah mahn) ee mee

MASIH MENCINTAIMU - GRUVI

salahku putuskan cintamu
ku sesali itu
pergi meninggalkan dirimu
kini ku merindukanmu

reff:
sayangku maafkanlah diriku
ku tahu ku salah menyakitimu
sayang terimalah aku lagi
ku masih mencintaimu

aku memang tak sempurna
ku sadari itu
ampuni semua kebodohanku
ku tak bisa hidup tanpamu

repeat reff [2x]

KUNCI - KUNCI LAGUNYA.....

TIC Band - Terbaik Untukmu

E
Duhai engkau sang dewi ciptaan raja

Dari langit kau turun ke dunia
A
Untuk jadi milikku
E
Jadi pendampingku selamanya

E
Dengarkanlah setiap kata yang terucap

Mengertilah karena hidup takkan
A
Semudah kau kira
E
Kau harus berlari mengejarnya

(*) C#m F#m
Ku takkan berhenti
A E
Beri cinta dan rinduku
C#m F#m A
Sampai kau mengerti dan pahami

Sudah yang kuberikan

Reff: E G#m
Jangan kau pergi dariku
A
Bila waktuku sedikit untukmu
E G#m
Setiap hembusan nafasku
A
Kulakukan yang terbaik untukmu

Int: E

E
Duhai engkau sang dewi ciptaan raja

Mengertilah karena hidup takkan
A
Semudah kau kira
E
Kau harus berlari mengejarnya

Kembali ke: (*), Reff

C#m B Am7-5 A
Bila kau pergi, tetaplah kau ada disini

Dan menanti

Int: E G#m A